batik ecoprint praditya rayika d

 BATIK ECOPRINT 

                                                                         Praditya Rayika Darsono 7E

Batik ecoprint ini merupakan salah satu jenis batik yang metode pembuatannya memanfaatkan pewarna alami dari tanin atau zat warna daun, akar atau batang yang diletakan pada sehelai kain, kemudian kain tersebut direbus.

 selain desainnya tampak eksklusif, produk-produk ecoprinting juga lebih terkesan good looking dan Nampak berkelas. Kemudian, Eco Printing bisa dijadikan sebagai salah satu alternative cara untuk mengurangi kerusakan lingkungan dan ekosistem akibat limbah kimia pabrik tekstil.


Terdapat dua metode dalam pembuatan ecoprint, yaitu metode Iron Blanket dan metode Pounding. Pada metode Iron Blanket, langkah pertama yang dilakukan adalah mordanting (pembersihan kain dari kotoran). Proses mordanting ini sama saja seperti mencuci pakaian

Daun apa saja yang digunakan untuk ecoprint?
Ciri-ciri tersebut terdapat pada daun jati, eucalyptus, stroberi, jambu, pare, pohon Nangka, tanaman bougenfile, daun papaya, daun kelor, daun pakis dan sebagainnya. Dalam proses pembuatan ecoprint, tidak semua jenis kain bisa dipakai. Hanya kain dari serat alam lah yang bisa digunakan.
ALAT BAHAN DAN CARA PEMBUATAN BATIK ECOPRINT
  • 1. Kain dengan serat alami seperti katun, sutera, atau kanvas.
  • Daun-daunan/ bunga.
  • 2. Air cuka.
  • 3. Palu.
  • 4. Campuran air tawas.
  • 5. Pipa peralon.
  • 6. Tali.
  • 7. Panci untuk mengukus

_______________________________________________________________________________

Bagaimana cara membuat karya ecoprint?
  1. Bentangkan kain di atas meja.
  2. Tempelkan daun-daunan yang diinginkan.
  3. Pukul dengan menggunakan palu hingga warna daun menempel di kain.
  4. Angkat secara perlahan daun tersebut.
  5. Jemur kain hingga kering.
  6. Rendam kain dalam air campuran tawas.
  7. Jemur kembali hingga kering.
  8. Dan kain ecoprint sudah jadi 

Komentar